TINGKAT PARTISIPASI WANITA PADA PERSIAPAN DAN PELAKSANAAN UPACARA RITUAL DI BALI SELATAN

I Made Sukarsa
Jurusan Ilmu Ekonomi
Fakultas Ekonomi Universitas Udayana

ABSTRAK


Tujuan hidup orang Bali (Hindu) adalah untuk dapat menyatu dengan Tuhan melalui penyucian badan kasar (stula sarira) dan badan halus (anta karana sarira). Penyucian badan kasar dilakukan dengan yadnya (pengorbanan) terhadap sesama, lingkungan, dan ke hadapan Tuhan. Ngaben merupakan salah satu bentuk yadnya agar badan kasar bisa kembali ke asalnya dan menyatu dengan Tuhan.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui alokasi waktu yang diperlukan oleh wanita Bali untuk upacara ngaben.
Penelitian dilakukan di Dusun Kalanganyar, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan dari tanggal 29 Juni sampai dengan 4 Juli 2005. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah jam efektif yang diperlukan selama upacara pengabenan mulai dari persiapan sampai hari H adalah 5531,0 jam efektif yang terdiri atas 3.032,0 jam tenaga laki-laki dan 2.499 jam tenaga wanita. Atau dibutuhkan sebanyak 699 mandays yang terdiri atas laki-laki 386,44 mandays dan wanita 312,38 mandays. Alokasi waktu setiap kegiatan rata-rata 3,4 jam dengan rentangan 1 jam sampai dengan 12 jam. Seperti yang diduga sebelumnya, bahwa kegiatan pada hari H memerlukan waktu terlama (691,3 mandays, sedangkan pada H-6 merupakan yang tersingkat yaitu hanya 7,5 mandays. Alokasi waktu bagi tenaga kerja wanita tersingkat juga pada hari H-6, yaitu hanya 2,25 mandays dan yang terlama juga pada hari H, yaitu 116,88 mandays.

Katakunci: ekonomi spriritual, ekonomi rumah tangga, budaya dan upacara

Abstract

The aims of life of Balinese (Hindu) is to make a unity to God through purify the body (stula sarira) and soul (anta karana sarira) to human being, environment, and God. Ngaben is one of yadnya that return the body to its origin and unity with God.

The goal of this research is to evaluate the length of time allocation which needed by Balinese women in the ceremony of ngaben. The research is done at Dusun Kalanganyar, Kecamatan Tabanan, Kabupaten Tabanan, from June 28th up to July 4th 2005. The data is collected of observation.

The research shows that the effective time which is needed, during the ngaben ceremony starts from the preparation to the ‘D’ day, is 5531,0 efective hours which consists of 3032,0 hours for man and 2499 hous for ladies. The length of allocation time for each activity is 3,4 hours at the average, in the duration of one hours to 12 hours. As the prediction before, the activity on the ‘D’ day needs the longest time (691,3 mandays) while at 6 days before is the shortest time which only 7,5 mandays. The shortest time of ladies workers is also 6 day before the highlight, which is 2,25 mandays, while the longest time is at ‘D’ day which is 116,88 mandays.

Keyword: spiritual economics, household economics, culture and ceremony.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: